Berita

 Network

 Partner

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Pusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat memberikan sambutan penutup pada diseminasi dan press briefing bertajuk Sinergi dan Pelibatan Aktif Kelompok Rentan Termarginalkan untuk Komunikasi Risiko dan Perlindungan Pandemi yang Setara secara daring, Selasa (10/8).

BNPB Apresiasi Edukasi Kelompok Rentan dan Terpinggirkan LeaN On by INVEST DM

Berita Baru, Jakarta – Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Pusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa menjangkau dan mengedukasi langsung kelompok rentan dan termarjinalkan dari LeaN On by INVEST DM merupakan inisiatif yang sangat bagus dan penting.

“Bahwa penyampaian informasi dari LeaN On ini tidak hanya sudah berhasil, tidak hanya menjangkau masyarakat umum, tapi go far beyond dari itu, juga mencakup masyarakat yang termarjinalkan,” ujar Abdul Muhari, dalam acara  diseminasi dan press briefing bertajuk Sinergi dan Pelibatan Aktif Kelompok Rentan Termarginalkan untuk Komunikasi Risiko dan Perlindungan Pandemi yang Setara secara daring, Selasa (10/8).

Lelaki yang kerap disapa Pak Aam itu juga menjelaskan bahwa salah satu kendala yang dihadapi BNPB selama ini adalah terkait komunikasi dan informasi di level akar rumput, khususnya kelompok rentan dan termarjinalkan.

Program LeaN On Mercy Corps Indonesia, kata Pak Aam, merupakan inisiatif pertama yang terjun langsung dan berkomunikasi dengan kelompok tersebut.

“Ini adalah yang sebenarnya, kalau dari perspektif kami, ini belum ada pihak yang melakukan itu dan belum ada pihak yang mengerjakan itu dengan serius, bagaimana kita bisa menjangkau kelompok masyarakat termarjinalkan yang memiliki kekurangan atau kelebihan khusus,” imbuhnya.

Program yang didanai dari USAID Indonesia melalui Program MAJu tersebut sudah berjalan satu tahun dan telah menjangkau lebih dari 162 ribu penyandang disabilitas dan anggota termarjinalkan di 30 Kota/Kabupaten di enam provinsi dengan lebih dari 500 promotor.

“Mereka ikut aktif dalam program ini, dan saya rasa ini akan bisa mengisi gap tadi yang saya sampaikan tadi, bahwa mungkin belum ada entitas atau organisasi yang masuk di situ dan berusaha secara optimal,” jelasnya.

Endline survey yang diselenggarakan oleh LeaN On menunjukkan terdapat perubahan yang berarti pada masyarakat yang dilibatkan dalam memahami, menyikapi dan perilakunya mencegah penyebaran COVID-19.

Pengetahuan tentang cara mencuci tangan yang benar, misalnya, meningkat dari 70% menjadi 97.6%, sementara kepatuhan menggunakan masker meningkat dari 42% menjadi 68.4%.

Pak Aam juga menjelaskan program tersebut secara khusus bergerak agar bagaimana kaum termarjinalkan ini bisa mendapatkan akses setara, bisa berkontribusi secara aktif dan bisa ikut serta dalam penanganan pandemi setelah mendapatkan informasi yang benar dan informasi yang disampaikan dengan baik

“Ini adalah program yang benar benar genuine dan sangat penting sebenarnya untuk kita replikasi dan kita upscaling di provinsi lain. Kalau saat ini baru menjangkau enam provinsi mungkin perlu kita pikirkan strateginya untuk upscaling kegiatan ini supaya bisa maju di tingkat nasional,” ujarnya.

Di pertengahan tahun 2021, muculnya varian-varian baru COVID-19 saat mobilitas sosial yang sulit dibendung semakin menambah konsekuensi berat dalam penanganan COVID-19.

Di samping itu, berdasarkan pembelajaran dari pemodelan LeaN On, serta umpan balik dari penyandang disabilitas dan kelompok termarjinalkan yang dijangkau, didapati bahwa stigma dan kabar bohong (hoaks) masih merupakan salah satu faktor penghambat upaya Tes, Telusur, dan Tindak lanjut (3T) COVID-19 sehingga deteksi dini tidak terjadi.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19, Hery Triyatno.

Pada gilirannya, Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19, Hery Triyatno mengatakan bahwa Satgas selalu berusaha untuk menyebarluaskan informasi yang akurat dan baik kesemua pihak tak terkecuali kelompok rentan termarginalkan secara inklusif.

“Tadi Bapak Agus mengatakan bahwa penting buat kita semua untuk mendistribusikan informasi terkait dengan bencana … pandemi COVID-19 secara inklusif. Sehingga kelompok termarginalkan ini juga bisa mengakses informasi yang cepat dan bisa mengantisipasinya. Dan ini adalah perkembangan yang menarik tentang apa yang dilakukan LeaN On dalam mengamplifikasi informasi-informasi yang ramah terhadap kelompok yang termarginalkan,” ucap Hery Triyatno.

Di akhir acara, Pak Aam menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada USAID Indonesia dan program MAJu yang telah mendukung program LeaN On yang dikelola Mercy Corps Indonesia sejak pertengahan 2020. “Tentu saja dengan banyaknya kita berkumpul di sini, di sini kami harapkan, ini bisa kita amplifikasi, dari substansi ini, supaya berita ini tersampaikan dan mungkin bisa diambil sebagai contoh bagi entitas masyarakat di provinsi-provinsi lain juga untuk memikirkan hal yang serupa bagaimana kita bisa menjangkau kaum termarjinalkan,” pungkasnya.