Berita

 Network

 Partner

Dirham (Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalimantan Timur dan Utara)

Dukung Sertifikasi Dai, PKC PMII Kaltim: Penceramah Harus Matang Pemahaman Keagamaannya

Berita Baru, Samarinda – Wacana Kementerian Agama yang berencana membuat program penceramah bersertifikat banyak menarik perhatian berbagai kalangan. Salah satunya dari aktivis mahasiswa Islam, Dirham.

Koordinator Biro Dakwah PKC PMII Kalimantan Timur dan Utara itu menyambut baik kebijakan pemerintah. Menurutnya, kebijakan itu merupakan bukti bahwa seseorang penceramah harus berkompeten di bidangnya.

Dia menyatakan bahwa berdakwah itu hal yang mulia karena menyampaikan pesan-pesan agama. Namun menurutnya tidak semua orang memenuhi syarat untuk bisa berdakwah.

“Karena untuk menjadi seorang penceramah itu harus benar-benar memahami ilmu agama yang luas misalnya ilmu Nahwu Shorof, Ilmu Balaghah, Ilmu Tafsir, Paham Hadis Hasan dan Dhoif, paham ilmu qiyas, paham fiqih dan Ushul Fiqih, Ucapnya,” terangnya, Rabu (30/09).

Lebih Lanjut, Dirham Menegaskan kenapa da’i itu harus punya ilmu yang luas, karena kalau tidak bisa berbahaya.

“Nanti sembarangan menyampaikan ke masyarakat, imbasnya bukannya masyarakat tambah paham agama, yang ada malah mungkin pemahamannya tentang agama menyimpang dari nilai-nilai yang sebenarnya,” lanjutnya.

Mengutip hadist Rasulullah SAW, Dirham mengatakan, ‘apabila suatu urusan diurus oleh yang bukan ahlinya maka tunggu kehancurannya’.

“Artinya urusan menyampaikan pesan-pesan agama ini memang harus yang ahli di bidangnya, karena tidak semua memenuhi syarat untuk menjadi seorang penceramah,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Dirham mengutip ayat al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 104, tentang perintah dakwah, yang artinya ‘dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar’.

“Artinya dalam ayat itu tidak menyeru kepada semua melainkan sebagian karena redaksinya ‘diantara kamu segolongan umat’ merujuk golongan orang yang ilmunya luas,” tegasnya.

Selain itu, Dirham berharap kedepannya para penceramah mampu menyampaikan pesan-pesan yang baik.
“Mereka mampu merekatkan masyarakat supaya hidup rukun dan damai, jangan memecah belah masyarakat dengan propaganda-propaganda yang tidak baik. Dan yangg paling penting adalah jangan berbicara sesuatu yang bukan kapasistasnya untuk menyampaikan itu,” tutup Dirham. [ArifNawawi]