Berita

 Network

 Partner

Bener Meriah
TAKE, TAKE Bener Meriah, Festival EFT, Bener Meriah,

TAKE Bener Meriah Berpengaruh pada Lingkungan dan Kemandirian Desa

Berita Baru, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami menyampaikan bahwa di setiap desa di Bener Meriah telah menerbitkan aturan terkait penjagaan dan pelestarian hutan di masing-masing desa.

Hal ini disampaikan Dailami saat menjadi pembicara di Festival Ecological Fiscal Transfer (EFT) Seri Podcast Belajar Dari Penerapan TAKE Kabupaten Bener Meriah yang diselenggarakan The Asia Foundation bersama FITRA Riau, Selasa (19/10).

Menurut Dailami, salah satu kendala masyarakat yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten adalah kerap terjadi amukan satwa liar terhadap masyarakat yang disebabkan berkurangnya bahan makanan yang ada di hutan.

“Hal ini dapat diselesaikan dengan penghijauan, pasalnya sudah banyak tumbuhan yang habis dimakan oleh satwa-satwa liar. Untuk desa lainnya kami melarang untuk membakar sampah, menebang pohon sembarangan, ini kami selalu sosialisasi,” tutur Dailami.

Terkait implementasi Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) yang sudah diterapkan di Bener Meriah, Dailami mengatakan program tersebut dapat memacu pemangku kebijakan di tingkat desa dapat mengaplikasikan dengan cepat dan tepat dana desa yang sudah diberikan pemerintah pusat.

“Kalau masalah Perbup yang sudah dikeluarkan terkait TAKE yang ditekankan pada masyarakat bahwa dana dari APBN untuk desa terkelola dengan baik,” kata Dailami.

Penerapan TAKE di Bener Meriah, menurut Dailami sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, salah satunya dengan mempertahankan keberlangsungan hutan adat yang sangat berpengaruh terhadap kualitas udara.

Selain itu, penerapan TAKE di Bener Meriah, menurut Dailami juga mendorong digitalisasi di tingkat desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Menghadapi 2022 kami sudah mengadakan kerjasama dengan anak perusahaan PLN akan ada koneksi internet di setiap desa. Mudah mudahan hal ini dapat meningkatkan SDM kita di Bener Meriah,” tutur Dailami. Untuk mensukseskan program tersebut, Dailami mengaku telah mempelajari banyak program dari daerah lain, salah satunya dengan mengadakan studi banding untuk terus berbenah mengenai penerapan TAKE di Bener Meriah agar benar-benar terlaksana dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.