Berita

 Network

 Partner

Plt. Sekjen Kemenag RI Menyampaikan Orasi Ilmiah Secara Online

Plt. Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dukung Transformasi IAIN Samarinda Menjadi UIN

Berita Baru, Samarinda – Mengikuti pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. A. Bukhari, M.Ag, di IAIN Samarinda, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nizar Ali, MA. turut menyampaikan orasi ilmiah secara online langsung dari Jakarta, Selasa (29/09).

Dalam orasinya, Nizar menyinggung pengembangan lembaga perguruan tinggi, khususnya terkait status IAIN yang ingin bertransformasi ke UIN. Menurut dia, lembaga yang berkualitas adalah lembaga yang telah menerapkan standar nasional pendidikan tinggi.

“Suatu perguruan tinggi bisa dikatakan baik kalau sudah menerapkan sembilan standar nasional pendidikan tinggi itu,” kata Nizar.

Sembilan standar nasional pendidikan tinggi yang maksud Nizar adalah, standar lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan.

“Nah apabila itu semua terpenuhi saya yakin lembaga perguruan tinggi pasti memiliki daya saing yang bagus, termasuk IAIN Samarinda apalagi kan saat ini sedang bertransformasi menjadi UIN Kalimantan Timur,” terangnya.

Selain itu, ia juga sempat menyinggung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadim Makarim terkait kampus merdeka belajar. Bagi Nizar kebijakan tersebut merupakan bentuk positif dan memudahkan sebuah perguruan tinggi dalam melakukan pengembangan.

“Kebijakan ini tentu sangat baik, memberikan kemudahkan perguruan tinggi untuk membuka prodi baru, memberikan peluang kepada mahasiswa untuk belajar diluar prodinya, selain itu, institusi atau prodinya juga bisa mengajukan akreditasi dalam jangka dua tahun saja dan perguruan tinggi negeri badan hukum, sehingga memiliki otonom secara finansial,” kata mantan Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Meskipun begitu, kata dia, tetap ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti kebijakan kampus merdeka belajar.

“Yang pasti ada beberapa persyaratan yang sudah ditetapkan jika ingin menerapkan kebijakan tersebut, makanya saya harap PTKIN khususnya IAIN Samarinda bisa mengawali dalam menerapkan ini,” terangnya. [ds]